Beranda | Artikel
Rahasia Besar Pengabulan Doa di 2 Waktu Emas Terkabulnya Doa – Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili
8 jam lalu

Di antara waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa adalah ketika sujud. Sujud merupakan salah satu keadaan yang di dalamnya harapan akan dikabulkannya doa sangat besar.

Seorang Mukmin, kapan pun ia berdoa kepada Rabb-nya, tentu berharap agar doanya dikabulkan. Namun, ada waktu-waktu yang besar harapan doa itu akan dikabulkan. Di antara waktu itu adalah ketika sujud.

Sehingga apabila seorang Mukmin menghimpun dua keadaan: ketika sujud dan pada akhir malam, maka ia telah menghimpun dua sebab besar bagi pengabulan doa. Oleh sebab itu, seorang Mukmin tidak selayaknya menghalangi dirinya dari Shalat Malam, dan shalat di akhir malam, meskipun hanya Shalat Witir, karena dengan itu, ia dapat meraih banyak pahala besar, sekaligus menghimpun dua sebab agung pengabulan doa.

Salah seorang guruku pernah bercerita kepadaku, bahwa tidaklah ada suatu perkara yang membuatnya gelisah, melainkan beliau memohon kepada Allah dalam sujudnya di akhir malam. Beliau berkata, “Tidaklah aku memohon sesuatu kepada Allah, melainkan aku melihatnya dikabulkan.”

Maka, sujud termasuk keadaan yang sangat besar harapan pengabulan doa di dalamnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Rabb Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena sangat pantas doa itu dikabulkan bagi kalian.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Ash-Shahih.

Baik, jika ditanyakan: “Dalam sabda Nabi: ‘Maka sungguh-sungguhlah dalam berdoa.’ Mengapa perintah dalam kalimat ini tidak membuat ini menjadi wajib hukumnya?” Para ulama menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyertakan alasan dengan sabda beliau, “Karena sangat pantas untuk dikabulkan bagi kalian.” Ini merupakan faedah yang kembali kepada orang yang berdoa itu sendiri, sehingga perintah tersebut beralih makna menjadi anjuran (sunnah).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud.” (HR. Muslim). Karena pada saat itu, ia meletakkan dahinya di atas tanah semata-mata karena Allah. Manusia tidak boleh meletakkan dahinya kecuali untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka pada keadaan itulah, ia berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah. Karena itu, “Perbanyaklah doa.” Perbanyaklah doa, karena saat itu merupakan keadaan yang sangat diharapkan pengabulannya.

=====

مِنْ مَوَاطِنِ اسْتِحْبَابِ كَثْرَةِ الدُّعَاءِ السُّجُودُ وَهُوَ مِنَ الْمَوَاطِنِ الَّتِي يَعْظُمُ فِيهَا رَجَاءُ الْإِجَابَةِ

الْمُؤْمِنُ حَيْثُمَا دَعَا رَبَّهُ يَرْجُو أَنْ يُجِيبَهُ رَبُّهُ لَكِنْ هُنَاكَ مَوَاطِنُ يَعْظُمُ فِيهَا رَجَاءُ الْإِجَابَةِ وَمِنْهَا السُّجُودُ

فَإِذَا جَمَعَ الْمُؤْمِنُ بَيْنَ السُّجُودِ وَكَوْنِهِ فِي آخِرِ اللَّيْلِ جَمَعَ بَيْنَ سَبَبَيْنِ عَظِيمَيْنِ لِإِجَابَةِ الدُّعَاءِ وَلِذَلِكَ الْمُؤْمِنُ لَا يَحْرِمُ نَفْسَهُ مِنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ وَالصَّلاةِ فِي آخِرِ اللَّيْلِ وَلَوْ أَنْ يَقُومَ يُوتِرَ فَإِنَّهُ يُحَصِّلُ أُجُورًا عَظِيمَةً مَعَ اجْتِمَاعِ هَذَيْنِ السَّبَبَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ لِإِجَابَةِ الدُّعَاءِ

وَقَدْ ذَكَرَ لِي أَحَدُ مَشَايِخِي أَنَّهُ مَا أَهَمَّهُ أَمْرٌ إِلَّا سَأَلَهُ اللَّهَ فِي سُجُودِهِ فِي آخِرِ اللَّيْلِ قَالَ فَمَا سَأَلْتُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا رَأَيْتُهُ

فَالسُّجُودُ مِنَ الْمَوَاطِنِ الَّتِي يَعْظُمُ فِيهَا رَجَاءُ الْإِجَابَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ وَالْحَدِيثُ عِنْدَ مُسْلِمٍ فِي الصَّحِيحِ

طَيِّبٌ يُقَالُ هَذَا أَمْرٌ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ لِمَاذَا لَا يَدُلُّ الْأَمْرُ هُنَا عَلَى الْوُجُوبِ؟ قَالَ الْعُلَمَاءُ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّلَهُ بِقَوْلِهِ فَقَمِنٌ أَيْ حَقِيقٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ فَهِيَ فَائِدَةٌ تَرْجِعُ إِلَيْهِ تَرْجِعُ إِلَى الدَّاعِي وَهَذَا يَصْرِفُهُ إِلَى الِاسْتِحْبَابِ

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ لِأَنَّهُ يَضَعُ جَبِينَهُ عَلَى الْأَرْضِ لِلَّهِ الْإِنْسَانُ مَا يَضَعُ جَبِينَهُ إِلَّا لِلَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَيَكُونُ أَقْرَبَ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي هَذِهِ الْحَالِ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ أَكْثِرُوا الدُّعَاءَ لِأَنَّهُ مَظِنَّةُ الْإِجَابَةِ


Artikel asli: https://nasehat.net/rahasia-besar-pengabulan-doa-di-2-waktu-emas-terkabulnya-doa-syaikh-sulaiman-ar-ruhaili/